Pemprov Sumut Dorong Implementasi Pembangunan Keluarga dan KB

oleh

 

Rimbunnews.xom – Medan  – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mendorong implementasi pembangunan keluarga dan keluarga berencana (KB) melalui sejumlah program. Harapannya program tersebut dapat memperkuat daya saing nasional dan meningkatkan produktivitas dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045 melalui pengelolaan bonus demografi.

Hal itu disampaikan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Utara Sulaiman Harahap saat membuka Rapat Koordinasi Daerah Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana Provinsi Sumut, di Hotel Emerald Garden, Jalan KL Yosudarso Medan, Selasa (7/4/2026).

Sulaiman menyebutkan dorongan tersebut dilaksanakan melalui program kolaborasi gerakan orang tua asuh cegah stunting (GENTING), taman asuh sayang anak (TAMASYA) berkelanjutan, gerakan ayah teladan Indonesia (GATI) maju, serta program berkah lansia berdaya (SIDAYA), sebagai bagian dari penguatan kualitas keluarga di setiap siklus kehidupan.

Baca juga  Polsek Palipi Menyapa Pedagang, Pembeli dan Penumpang Kapal Cegah Tindak Pidana

“Pembangunan keluarga ditegaskan sebagai fondasi pelaksanaan Asta Cita dan program prioritas nasional. Karena keluarga merupakan titik awal pembentukan kualitas sumber daya manusia sekaligus indikator akhir keberhasilan pembangunan,” ucap Sulaiman.

Oleh karena itu, seluruh intervensi kebijakan nasional perlu berbasis keluarga dengan penguatan satu data keluarga Indonesia sebagai landasan perencanaan dan pelaksanaan program.

Selain itu, lanjut Sulaiman, keseimbangan demografi juga menjadi prasyarat keberlanjutan pembangunan nasional. Melalui pendekatan peta jalan pembangunan kependudukan (PJPK) Pemprov Sumut memiliki peran dalam pengelolaan kuantitas penduduk serta peningkatan kualitas penduduk dan pembangunan keluarga, termasuk penguatan kesehatan reproduksi, keluarga berencana komprehensif, pengarusutamaan gender, dan inklusi sosial untuk mewujudkan penduduk tumbuh seimbang.

Baca juga  Sat Reskrim Polres Sergai Berhasil Ringkus Pelaku Pencurian Ratusan Ekor Bebek

“Sinergi provinsi dan kabupaten/kota perlu diperkuat melalui integrasi dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah, penguatan perangkat daerah kleuarga berencana, optimalisasi peran desa, serta dukungan infrastruktur dan rantai pasok dalam pelaksanaan makan bergizi gratis (MBG), khususnya di wilayah daerah 3t (tertinggal, terdepan dan terluar),” katanya.

Diketahui bahwa program Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045 melalui percepatan penurunan stunting dan penguatan ketahanan keluarga. Upaya tersebut didukung oleh lima inisiatif strategis (Quick Wins), yaitu GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak), GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), SIDAYA (Lansia Berdaya), serta Super Apps Keluarga Indonesia berbasis kecerdasan buatan untuk layanan keluarga.(Mabhirink Gutul)