RIMBUN NEWS

Rimbunnews.com – Medan – Dalam rangka menyambut Waisak 2568 BE Tahun 2024, Kebersamaan Umat Buddha Sumatera Utara diwujudkan melalui acara ziarah, tabur bunga dan doa pelimpahan jasa kepada para Pahlawan di Taman Makam Pahlqwan Medan, Rabu ( 22/05/2024 ).

Dalam acara tersebut turut  dihadiri Pembimas Budha Kakanwil Kementerian agama Provinsi Sumatera Utara,, Dr. BUDI Sulistyo SAg MPd B MH untuk memeriahkan perayaan  Tri Suci Waisak  2578 BE Tahun 2024 dan karya bakti tabur bunga serta doa pelimpahan jasa  di Taman Makam Pahlawan  jalan Sisingamangaraja Medan.

Acara ini juga  dihadiri oleh perwakilan seluruh Majelis Agama Buddha yang tergabung dalam Walubi dan Permabudhi, serta organisasi keagamaan Buddha provinsi Sumatera Utara dan  umat Matrisia Komdasu.

Budi Sulistyo meng9harapkan dengan kegiatan tabur bunga di TMP ini maka umat Buddha lebih meneladani para pendahulunya yang mempunyai kontribusi besar dalam pengembangan Agama Buddha di Indonesia. 

Diharapkan juga  semangat tersebut diteruskan dalam karya nyata Umat Buddha era kini.” kata Budi Sulistyo .

Demikian juga disampaikan Ketua Matrisia Komdasu, Budi Malem,  bahwa generasi muda hendaknya meneladani para pendahulunya dan menyebarkan ajaran cinta kasih Buddha Dharma dengan bijak di era digital ini .

Tahun ini Trisuci Waisak mengambil tema Nasional “Kesadaran Keberagaman Jalan Hidup Luhur, Harmonis dan Bahagia”. Tema ini mengajak seluruh umat Buddha untuk meningkatkan kesadaran hidup dalam keberagaman sehingga tetap dapat hidup harmonis, rukun dan Bahagia, kata Budi Malem. ( Mabhirink Gutul )

Rimbunnews.com – Samosir – Polres Samosir Melaksanakan Operasi Kepolisian Kewilayahan (Antik Toba 2024) terhitung sejak tanggal  01 – 21 Mei 2024. Operasi Antik Toba ini digelar secara tertutup. Pelaksanaan operasi Antik Toba ini Polres Samosir telah mengamankan sebanyak 9 orang tersangka, dengan para tersangka yakni sebagai pengguna Narkotika jenis sabu dan ganja.

Ke 9 tersangka tersebut adalah hasil dari pengungkapan sebanyak 3 kasus pengguna narkotika dengan total barang bukti yakni Narkotika Jenis Sabu 0,04 Gram dan  Narkotika Jenis Ganja  2,88 Gram

Kasus Pertama terkait Pengguna Narkotika Jenis Sabu dengan tersangka sebanyak 5 orang yakni R, AL, S, EE dan DK. Untuk Kasus ke dua dan ke tiga adalah terkait Pengguna Narkotika  Jenis Ganja. Pada Kasus Kedua dengan tersangka sebanyak 3 orang yakni DS, BP dan HJS sedangkan untuk kasus ke tiga dengan tersangka sebanyak 1 orang yakni MN.

Dalam kasus pertama yakni barang bukti Narkotika Jenis Sabu dengan berat netto 0,04 Gr (Nol Koma Nol Empat Gram) didapat dalam bungkusan plastik Klip transparan. Untuk kasus ke dua yakni barang bukti Narkotika Jenis Ganja dengan berat brutto 1,32 Gr (Satu Koma Tiga Puluh Dua Gram) didapat dalam keadaan sudah bercampur dalam 1 (satu) linting rokok, sedangkan untuk kasus ke tiga yakni barang bukti Narkotika Jenis Ganja dengan berat netto 1,56 Gr (Satu Koma Lima Puluh Enam Gram) didapat dalam bungkusan kertas warna coklat.

Pejabat Kasi Humas Polres Samosir menyampaikan “selama Operasi Antik Toba 2024, Polres Samosir telah melakukan penangkapan terhadap 9 orang  tersangka pengguna Narkotika dengan total kasus sebanyak 3 kasus, Salah Satu dari Tersangka Tersebut adalah Perempuan dan 3 orang tersangka adalah masyarakat Luar Kabupaten Samosir. Selama Pelaksanaan Operasi Antik Toba 2024 bersifat Tertutup yang berakhir tanggal 21 Mei 2024,” ujar Brigpol Vandu P Marpaung. ( Mabhirink Gutul )

Rimbunnews.com, Payung-Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang hadir dalam acara Implementasi Inovasi Bunda Asuh Anak Stunting (BBAS) Kecamatan Payung bertempat di Losd Desa Payung Kecamatan Payung. Selasa (21/05/2024).

Stunting masih menjadi persoalan besar yang mendesak untuk diselesaikan. Stunting tidak hanya berdampak pada kondisi anak, tetapi juga pada kesehatan, hingga kemampuan berpikirnya. Anak stunting nantinya akan tumbuh menjadi manusia dewasa yang produktivitasnya rendah, yang pada akhirnya akan menghambat pertumbuhan ekonomi dan semakin menimbulkan persoalan ketimpangan dan kemiskinan. Generasi penerus yang mengalami stunting akan membawa masa depan bangsa yang stunting pula.

“Saya minya kepada kita semua untuk tetap fokus mengawal pelaksanaan program percepatan penurunan stunting, bahkan hingga zero stunting di tahun 2030 bisa dicapai sebagaimana target tujuan pembangunan berkelanjutan.” Ucap Bupati Karo dalam sambutannya.

“Saya ingin mengapresiasi Bapak dan bunda asuh anak stunting(BBAAS), atas komitmennya untuk mendukung percepatan penurunan stunting. Semoga bantuan ini semakin berkontribusi positif untuk menurunkan stunting di Kabupaten Karo. Maka saya tekankan untuk memastikan bantuan stunting diberikan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih serta dapat memetakan kantong kantong wilayah stunting dan mengidentifikasi layanan yang masih kurang dan harus diperbaiki serta mengoptimalkan kolaborasi percepatan penurunan stunting antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dan dengan unsur lainnya,tidak hanya dengan sektor swasta, tetapi juga dengan organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga media serta pemberian bantuan pangan agar tidak hanya diberikan kepada anak stunting.” Tambahnya

Bantuan pangan diorientasikan pada pemberian makanan pendamping asi dengan gizi yang tepat dan berkualitas, dimana salah satu yang dibutuhkan adalah asupan protein hewani, seperti telur, ikan dan lainnya. Serta dibutuhkan pemasifan edukasi publik dan penyuluhan sebagai salah satu pilar pencegahan stunting. Dengan demikian kesadaran masyarakat akan terbangun dan timbul keinginan untuk turut berpartisipasi aktif dalam mempercepat penurunan stunting.
Di sela-sela acara, Bupati Karo, tidak lupa mengingatkan para Lansia agar rutin memeriksakan kesehatan ke Puskesmas atau Pustu terdekat.
“Kepada para orang tua kami lansia, saya harap agar rutin memeriksa kesehatan ke puskesmas atau pustu terdekat, serta rajin minum air putih, ujar Bupati.

Pada Kesempatan ini Camat Payung Juni Antomi Kemit, S.STP,M.Si juga memberikan sambutan dan ucapan terimakasih kepada Bupati Karo yang telah berkenan hadir sekaligus juga merupakan salah satu Bunda Asuh anak anak stunting. Dilanjutkan dengan penyerahan bantuan penunjang gizi bagi anak anak stunting oleh Camat Payung didampingi Forkopimca.

Turut hadir pada acara ini Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kab. Karo dr. Arjuna Wijaya, Sp.P Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Data Martina, AP.,M.Si., Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kab. Karo Frans Leonardo Surbakti, S.STP, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kab.Karo dr Jasura Pinem M.Kes, Camat Payung Juni Antomi Kemit, S.STP, M.Si dan jajaran Forkopicam, serta para perangkat desa di Kecamatan Payung.

(anta)

Rimbunnews.com-,Kabanjahe – Bupati Karo, Cory Sriwaty Sebayang buka Acara Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-22 Tingkat Kabupaten Karo Tahun 2024 di Gedung Van Hall Jalan Samura Kabanjahe, Senin (20/05/2024).

Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) merupakan kegiatan yang telah melekat dalam kultur masyarakat dan memiliki daya tarik dan ruang tersendiri dalam kehidupan masyarakat serta menjadi media dakwah dan siar keagamaan yang efektif.

Dalam sambutan Bupati Karo, Cory Sriwaty Sebayang menyampaikan bahwa kegiatan MTQ dapat menjadi forum silaturahmi yang mengandung nilai-nilai positif dalam memperkuat rasa persaudaraan dan ikatan kebersamaan lintas etnis dan agama sebagai sesama warga masyarakat Kabupaten Karo.

Pada kesempatan ini, Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang atas Nama Pemerintah Daerah Kabupaten Karo menyampaikan penghargaan dan terimakasih kepada masyarakat dan semua pihak yang telah berpartisipasi atas terselenggaranya MTQ Nasional ke-22 sebagai salah satu bagian dari upaya peningkatan pembinaan sumber daya manusia yang telah menjadi agenda tetap program pemerintah.

“Saya yakin jika kita bersatu dapat menghantarkan Kabupaten Karo menjadi lebih maju dalam segala aspek pembangunan termasuk diantaranya dalam hal pembinaan seni baca Al Qur’an, Fahmil Qur’an dan pada tahun ini kita tambahkan satu cabang yaitu seni Kaligrafi,” ungkap bupati karo.

“Pelaksanaan MTQ ke-22 tingkat Kabupaten Karo ini diharapkan berperan dalam seleksi Tilawatil Qur’an, Famil Qur’an dan seni Kaligrafi tingkat Provinsi nantinya, sehingga kafilah kita bisa sampai ke tingkat nasional,” lanjut bupati karo.

(anta)

Rimbunnews.com- Kabanjahe, Pemerintah Kabupaten Karo bersama Forkopimda Karo Peringati Hari Kebangkitan Nasional Ke 116 bertempat di Lapangan Kantor Bupati Karo. Senin, (20/05/2024).

Dandim 0205/Tanah Karo, Letkol Inf. Ahmad Afriyan Rangkuti selaku Inspektur Upacara menyampaikan sambutan Menteri Komunikasi Dan Informatika R.I yang bertema Bangkit menuju Indonesia Emas. Hari berdirinya Organisasi Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908 yang telah menumbuhkan bibit bagi cita cita mewujudkan kemerdekaan Indonesia menjadi simbol Hari Kebangkitan Nasional. Nasionalisme Jawa khas Boedi Oetomo diperluas menjadi nasionalisme yang mencakup keseluruhan orang orang di hindia Belanda. Perjuangan cita cita yang telah ditumbuhkan oleh Boedi Oetomo mencapai titik puncaknya pada proklamasi kemerdekaan.
Apa yang digagas Boedi Oetomo, Kartini dan para Embrio Bangsa, kemudian dirumuskan Bung Karno sebagai “Jembatan Emas” yang akan membawa Bangsa Indonesia menikmati kehidupan sejahtera lahir dan batin di atas tanah sendiri.

Indonesia berada pada fase Kebangkitan kedua, melanjutkan semangat kebangkitan pertama yang telah dirancangkan para pendiri bangsa. Bonus demografi yang dimiliki Indonesia harus dikelola dengan kebijaksanaan. Salah satu penopangnya adalah adopsi teknologi digital. Dalam aspek bisnis,sosial,dan ekonomi, transformasi digital dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mendukung pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan produktivitas dan profitabilitas bisnis.

“Kebangkitan kedua merupakan momen terpenting bagi kita hari ini. Kita harus menatap masa depan dengan penuh optimisme, kepercayaan diri, dan keyakinan. Kemajuan telah terpampang di depan mata. Momen ini mesti kita tangkap agar kita langgeng menuju mimpi sebagai bangsa. Tidak mungkin lagi bagi kita untuk berjalan lamban, karna kita berkejaran dengan waktu. Di titik ini lah seluruh potensi sumber daya alam kita, bonus demografi kita, potensi transformasi digital kita menjadi modal dasar menuju Indonesia Emas 2045. Mari kita rayakan kebangkitan Nasional kedua menuju Indonesia Emas.” Ucap Dandim Tanah Karo.

Usai pelaksanaan Upacara Hari Kebangkitan Nasional, Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang dan Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting bersama unsur Forkopimda Kabupaten Karo menuju Makam Pahlawan untuk melaksanakan ziarah dan tabur bunga untuk mengenang jasa para pahlawan.

(anta)

Rimbunnews.com – Medan – TPPS Sumut diharapkan terus bersama-sama dan bergotong royong melakukan berbagai upaya penurunan stunting, serta melaksanakan 10 Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia (RAN PASTI) sesuai amanat Kemendagri, kata  Pj Gubernur Hassanudin, saat memimpin rapat koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Sumut di Hotel Santika, Jalan Kapten Maulana Lubis, Medan, Selasa (21/05/2024).

Sepuluh rencana aksi tersebut di antaranya memastikan dilakukan pendataan seluruh ibu hamil dan Balita yang ada didaerahnya untuk menjadi sasaran, memastikan seluruh ibu hamil dan Balita datang ke Posyandu.

 Memastikan penimbangan dan pengukuran menggunakan alat antropometri terstandar, memastikan intervensi pada ibu hamil dan balita yang bermasalah gizi dan lainnya.

Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024, prevalensi stunting nasional ditargetkan sebesar 14% pada tahun 2024. 

Menurut Kepala Perwakilan BKKBN Sumut Munawar Ibrahim, waktu yang tersisa untuk mengejar target tersebut tinggal beberapa bulan lagi. 

Untuk itu, diperlukan upaya esktra untuk percepatan penurunan stunting Sumut.

Pj Gubsu Hassanudin dan Kaper BKKBN Sumut, Dr. Munawar Ibrahim., S.Kp., MPH saat menghadiri Rakor TPPS Tingkat Provinsi Sumut Tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Sumut di Hotel Santika Premiere Dyandra, Jalan Kapten Maulana Lubis 

Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Hassanudin mengharapkan prevalensi stunting Sumut tahun 2024, terus menurun hingga mencapai angka satu digit. Harapan itu tentunya dapat diwujudkan dengan upaya-upaya percepatan penurunan stunting yang maksimal hingga Oktober 2024 nanti.

Tahun 2023 lalu, prevalensi stunting Sumut sudah berada pada angka 18,9%. “Harapannya ketika dilaksanakan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) di bulan Oktober 2024 nanti, kita dapat bersama-sama mencapai angka 14%, bahkan di bawah lagi, angka satu digit, kenapa tidak?” kata Pj Gubernur Hassanudin, saat memimpin rapat koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Sumut di Hotel Santika, Jalan Kapten Maulana Lubis, 

Selain SKI, pada Oktober 2024, juga dilakukan evaluasi aplikasi Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPBGM) untuk menentukan capaian, baik untuk level nasional, provinsi maupun kabupaten/kota. Nantinya data SKI dan E-PPBGM akan saling berkonfirmasi.

“Tapi dengan catatan 100% (balita) diukur, kalau tidak hadir ke Posyandu, maka saya minta untuk jemput bola,” kata Hassanudin.

Hassanudin juga mengimbau masyarakat untuk datang ke Posyandu agar bayinya diukur atau ditimbang. Ia meminta agar setiap desa dipastikan telah mendapat informasi yang jelas mengenai jadwal dan prosedur penimbangan serentak yang akan diadakan pada Juni 2024.

“Kemudian, mari kita libatkan semua Posyandu dan pastikan mereka memiliki peralatan yang memadai dan berfungsi dengan baik, seperti timbangan, alat ukur tinggi badan dan buku pencatatan, partisipasi kader Posyandu dan masyarakat adalah kunci keberhasilan kegiatan ini, agar data yang dihasilkan bisa mengandung akurasi dan dapat dipertanggungjawabkan,” ucap Hassanudin.

Dengan data, semua langkah akan dapat dilakukan dengan tepat. Sehingga percepatan penurunan stunting dapat tercapai. Data merupakan dasar untuk menentukan intervensi terbaik penurunan stunting.

“Dengan berangkat dari data yang akurat dan langkah-langkah yang terkoordinasi dengan baik, kita tahu diagnosa permasalahan, setelah tahu diagnosasnya kita juga akan tahu bagaimana terapinya, saya yakin kita dapat mempercepat penurunan stunting di Provinsi Sumatera Utara,” ujar Hassanudin.

Semanyata Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Arief S Trinugroho yang memoderatori rapat tersebut optimis target prevalensi stunting Sumut 14% tercapai. Arief menyebut sinergitas sangat diperlukan untuk mencapai target tersebut.

“Kita yakin dan optimis bisa 14%, jika kita terus sama-sama bekerja, untuk anggaran kita juga bisa mengeksplore dana dana CSR atau swasta, jadi tidak hanya menggunakan APBD saja,” kata Arief.

Turut hadir Kepala Bappelitbang Alfi Syahrizal, Kepala Dinas Perindag ESDM Mulyadi, Inspektur Provinsi Sumut Lasro Marbun, dan kepala OPD Pemprov Sumut lainnya. Rapat tersebut juga diikuti oleh perangkat daerah Pemprov Sumut, BKKBN, dan akademisi. (Mabhirink Gutul )

Rimbunnews.com – Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI Fraksi P Mohammad Rano Al Fath yakin bahwa pihak kepolisian dapat mengungkap kasus pembunuhan terhadap Vina dan kekasihnya Eki pada 2016 silam yang kini kembali mencuat usai film kematian korban ditayangkan.

Al Fath menuturkan, dalam pengungkapan kasus ini, Polda Jawa Barat dibantu dengan Bareskrim Polri. Dengan begitu, ia pun yakin proses penyelidikan akan berjalan komprehensif dan transparan.

“Saat ini Bareskrim sudah turun tangan untuk memberikan petunjuk dalam penyelidikan kasus ini. Saya yakin bahwa dengan kehadiran Bareskrim, proses penyelidikan akan berjalan lebih komprehensif dan transparan,” kata Al Fath kepada wartawan, Selasa (21/5/2024).

Ia pun berharap dengan turunnya Bareskrim, semua bukti yang relevan dapat terungkap. Sehingga nantinya dalam kasus ini memberikan kepastian hukum yang adil bagi semua pihak yang terlibat.

“Polri sekarang sudah dilengkapi dengan personel maupun teknologi yang jauh lebih mumpuni dibanding 8 tahun lalu, jadi saya minta kita bisa optimalkan penggunaan sumber daya Polri untuk menahan DPO tersangka kasus dan membongkar kasus ini hingga akarnya,” katanya.

Dalam kesempatan ini, ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan kepada pihak berwenang dalam menjalankan tugasnya, serta tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

“Kami di Komisi III akan terus memantau jalannya proses hukum ini dan memastikan bahwa keadilan akan ditegakkan tanpa pandang bulu,” katanya. ( Mabhirink Gutul )

Rimbunnews.com – Medan – TPPS Sumut diharapkan terus bersama-sama dan bergotong royong melakukan berbagai upaya penurunan stunting, serta melaksanakan 10 Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia (RAN PASTI) sesuai amanat Kemendagri, kata  Pj Gubernur Hassanudin, saat memimpin rapat koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Sumut di Hotel Santika, Jalan Kapten Maulana Lubis, Medan, Selasa (21/05/2024).

Sepuluh rencana aksi tersebut di antaranya memastikan dilakukan pendataan seluruh ibu hamil dan Balita yang ada didaerahnya untuk menjadi sasaran, memastikan seluruh ibu hamil dan Balita datang ke Posyandu.

 Memastikan penimbangan dan pengukuran menggunakan alat antropometri terstandar, memastikan intervensi pada ibu hamil dan balita yang bermasalah gizi dan lainnya.

Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024, prevalensi stunting nasional ditargetkan sebesar 14% pada tahun 2024. 

Menurut Kepala Perwakilan BKKBN Sumut Munawar Ibrahim, waktu yang tersisa untuk mengejar target tersebut tinggal beberapa bulan lagi. 

Untuk itu, diperlukan upaya esktra untuk percepatan penurunan stunting Sumut.

Pj Gubsu Hassanudin dan Kaper BKKBN Sumut, Dr. Munawar Ibrahim., S.Kp., MPH saat menghadiri Rakor TPPS Tingkat Provinsi Sumut Tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Sumut di Hotel Santika Premiere Dyandra, Jalan Kapten Maulana Lubis 

Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Hassanudin mengharapkan prevalensi stunting Sumut tahun 2024, terus menurun hingga mencapai angka satu digit. Harapan itu tentunya dapat diwujudkan dengan upaya-upaya percepatan penurunan stunting yang maksimal hingga Oktober 2024 nanti.

Tahun 2023 lalu, prevalensi stunting Sumut sudah berada pada angka 18,9%. “Harapannya ketika dilaksanakan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) di bulan Oktober 2024 nanti, kita dapat bersama-sama mencapai angka 14%, bahkan di bawah lagi, angka satu digit, kenapa tidak?” kata Pj Gubernur Hassanudin, saat memimpin rapat koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Sumut di Hotel Santika, Jalan Kapten Maulana Lubis, 

Selain SKI, pada Oktober 2024, juga dilakukan evaluasi aplikasi Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPBGM) untuk menentukan capaian, baik untuk level nasional, provinsi maupun kabupaten/kota. Nantinya data SKI dan E-PPBGM akan saling berkonfirmasi.

“Tapi dengan catatan 100% (balita) diukur, kalau tidak hadir ke Posyandu, maka saya minta untuk jemput bola,” kata Hassanudin.

Hassanudin juga mengimbau masyarakat untuk datang ke Posyandu agar bayinya diukur atau ditimbang. Ia meminta agar setiap desa dipastikan telah mendapat informasi yang jelas mengenai jadwal dan prosedur penimbangan serentak yang akan diadakan pada Juni 2024.

“Kemudian, mari kita libatkan semua Posyandu dan pastikan mereka memiliki peralatan yang memadai dan berfungsi dengan baik, seperti timbangan, alat ukur tinggi badan dan buku pencatatan, partisipasi kader Posyandu dan masyarakat adalah kunci keberhasilan kegiatan ini, agar data yang dihasilkan bisa mengandung akurasi dan dapat dipertanggungjawabkan,” ucap Hassanudin.

Dengan data, semua langkah akan dapat dilakukan dengan tepat. Sehingga percepatan penurunan stunting dapat tercapai. Data merupakan dasar untuk menentukan intervensi terbaik penurunan stunting.

“Dengan berangkat dari data yang akurat dan langkah-langkah yang terkoordinasi dengan baik, kita tahu diagnosa permasalahan, setelah tahu diagnosasnya kita juga akan tahu bagaimana terapinya, saya yakin kita dapat mempercepat penurunan stunting di Provinsi Sumatera Utara,” ujar Hassanudin.

Semanyata Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Arief S Trinugroho yang memoderatori rapat tersebut optimis target prevalensi stunting Sumut 14% tercapai. Arief menyebut sinergitas sangat diperlukan untuk mencapai target tersebut.

“Kita yakin dan optimis bisa 14%, jika kita terus sama-sama bekerja, untuk anggaran kita juga bisa mengeksplore dana dana CSR atau swasta, jadi tidak hanya menggunakan APBD saja,” kata Arief.

Turut hadir Kepala Bappelitbang Alfi Syahrizal, Kepala Dinas Perindag ESDM Mulyadi, Inspektur Provinsi Sumut Lasro Marbun, dan kepala OPD Pemprov Sumut lainnya. Rapat tersebut juga diikuti oleh perangkat daerah Pemprov Sumut, BKKBN, dan akademisi. (Mabhirink Gutul )

Rimbunnews.com – Medan – Nina Wati alias Bunda NW dibebaskan dari Tahanan Mapolda Sumut dan jeratan hukum Pidana yang telah dijalaninya selama 60 hari ditahan di Direktorat Perawatan Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polda Sumut.

Bunda Nina Wati alias Bunda NW dibebaskan berdasarkan surat perintah pengeluaran tahanan nomor : Han/61e/V/2024/Ditreskrimum yang ditanda tangani atas nama Dirkrimum Polda Sumut oleh Wadirkrimum Polda Sumut AKBP Alamsyah P Hasibuan tertanggal 19 Mei 2024.

Hal itu di sampaikan dengan tegas oleh Alamsyah S.H.,M.H didampingi beberapa rekannya selaku Kuasa hukum Bunda Nina Wati saat digedung Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Mapolda Sumut, Minggu (19/5/2024) sore.

“Hari ini hari yang bersejarah menurut kami, dimana klien kami Bunda Nina Wati dibebaskan, dimana kliennya secara sah tidak terbukti bersalah secara hukum pidana atas penipuan dan pengelapan yang di laporkan oleh saudara Afnir atau menir waktu lalu,” kata Alamsyah.

Lanjut dikatakan Alamsyah, Penyidik Subdit IV Renakta sampai hari ini tidak mampu memenuhi petunjuk dari Jaksa, tidak mampu melengkapi berkas dan barang bukti yang minta oleh Jaksa seperti apa yang telah dituduhkan kepada kliennya yakni pasal penipuan dan pengelapan.

Alamsyah menceritakan kliennya dijemput paksa oleh Subdit IV Renakta Polda Sumut dengan bantuan 1 Kompi Satbrimob dari rumah kliennya.

Kemudian, Kliennya (Bunda Nina) di fremming di beberapa Media Sosial seolah olah kliennya ini memang benar benar sudah divonis sebagai tersangka yang telah melakukan perbuatan pidana sesuai apa yang dilaporkan oleh Afnir alias menir dengan pasal Penipuan dan Penggelapan.

“Dari awal sudah kami sampaikan kliennya kami tidak melakukan perbuatan yang telah dituduhkan, kemudian kami biarkan penyidik untuk objektif dan profesional untuk mengali dan mencari faktanya ternyata sampai hari ini penyidik tidak dapat memenuhi petunjuk dari jaksa untuk melengkapi alat bukti dari jaksa yang sebagaimana persangkaan yang ditujukan kepada klien kami dalam pasal 24 KUHAP klien kami harus bebas demi hukum,” ungkapnya.

Atas perbuatan tersebut, dan keluarga dari Bunda Nina yang merasa keberatan tentu sebagai penasehat hukumnya kami akan melakukan Upayakan hukum.

“Tentunya langkah selanjutnya kami akan melakukan upayakan hukum baik itu secara Pidana, Perdata atau Etik terhadap Ditkrimum Polda Sumut dan Subdit IV Renakta dan tentunya akan menuntut balik si Pelapornya,” terang Alamsyah. ( Mabhirink Gutul )

Rimbunneqs.com – Sergai – Polsek Tanjung Beringin Polres Serdang Bedagai (Sergai) berhasil mengamankan seorang pria terduga pelaku pencurian berinisial  MIH (31), warga Dusun III Buantan Desa Pekan Tanjungberingin, Kecamatan Tanjung Beringin, Sergai.

MIH merupakan terduga pelaku pencurian di kediaman Joko Irawan (43) di Dusun III Buantan Desa Pekan Tanjung Beringin, Kecamatan Tanjung Beringin, Sergai yang diketahui terjadi Selasa (21/5/2024) sekira pukul 05.30 WIB.

Dalam aksinya tersebut, pelaku berhasil membawa kabur 1 unit sepeda motor jenis matic dan dua unit handphone milik korban. Merasa keberatan, korban selanjutnya membuat laporan pengaduan ke Polsek Tanjung Beringin sesuai laporan polisi nomor  LP/B/14/V/2024/SPK/Polsek Tanjung Beringin/Polres Sergai/Polda Sumut.

“Pelaku MIH ditangkap siang tadi sekira pukul 11.30 WIB di Dusun I Bogak Pangkal Desa Pematang Kuala, Kecamatan Teluk Mengkudu, Sergai,” ungkap Kapolsek Tanjung Beringin AKP Tobat Sihombing melalui Ps Kasi Humas Polres Sergai, Iptu Edward Sidauruk, Selasa (21/5/2024) sore.

Edward menjelaskan, penangkapan pelaku berawal Tim Unit Reskrim Polsek Tanjung Beringin mendapat informasi dari masyarakat terkait adanya sepeda motor jenis matic yang terpakir di belakang salah satu gereja yang ada di Dusun I Bogak Pangkal Desa Pematang Kuala.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Kanit Reskrim Polsek Tanjung Beringin, Ipda Ismail Har bersama tim Opsnal, dan korban yang saat itu sedang membuat laporan pengaduan di Polsek Tanjung Beringin, segera menuju lokasi dimaksud.

“Saat melihat sepeda motor yang terpakir di lokasi tersebit, pelapor langsung mengakui jika sepeda motor itu miliknya yang hilang,” ujarnya.

Kemudian, lanjut Edward yang juga menjabat Kaurbinops Satreskrim Polres Sergai ini, pelaku MIH  datang dan mendekati sepeda motor tersebut. 

“Saat tim menanyakan apakah MIH yang membawa sepeda motor itu, MIH tidak mengakuinya. Namun berkat keterangan seorang warga yang menyatakan MIH lah yang membawa sepeda motor  itu, tim langsung mengamankan pelaku,” terangnya.

Saat diinterogasi, tambahnya, pelaku mengakui perbuatannya mengambil sepeda motor milik pelapor dengan cara masuk ke rumah pelapor lewat pintu belakang dapur rumah pelapor.

Pelaku juga mengakui jika 2 unit handphone milik pelapor ia titipkan kepada JS di Dusun III Gubang Gajah Desa Pematang Cermai, Kecamatan Tanjung Beringin.

Berdasarkan pengakuan pelaku, tim bergerak ke alamat dimaksud, dan menemukan 2 unit handphone milik pelapor terletak di samping rumah JS, tepatnya di bawah pohon pisang.

Selanjutnya, pelaku MIH beserta barang bukti diboyong ke Polsek Telukberingin guna menjalani proses lanjut.

“Pelaku MIH dijerat melanggar pasal 363  dari kUHPidana,” tegas Edward. ( Mabhirink Gutul )