RIMBUN NEWS

 

Rimbunnews.com – Medan – Dalam rangka perayaan Universary Ke- 8, Metro Pasar Swalayan Dr Mansyur terus memanjakan para pelanggan nya dengan  memberikan hadiah besar-besaran kepada pelanggan yang mengadakan transaksi sebesar Rp 100.000,.  dan kelipatannya.

Caranya mudah , para pelanggan dengan transaksi belanja sebesar Rp 100.000,. dapat memutar rorel untuk memperoleh hadiah sesuai dengan rezeki yang para pelanggan peroleh.

Demikian disampaikan pimpinan Metro Pasar Swalayan,  Christoper melalui manager Metro Pasar Swalayan, Deris kepada wartawan saat melayani masyarakat yang datang berbelanja tersebut.

Menurut pantauan wartawan Metro Pasar Swalayan Dr Mansyur ini memang tempat belanja yang sangat strategis, karena tidak jauh dari kampus USU dan Rumah Sakit USU, jadi para pelanggan tidak jauh dan sangat terjangkau untuk berbelanja kebutuhan sehari- hari.

 Mahasiswi USU Fakultas Kedokteran semester tiga yang sedang berbelanja mengatakan, keberadaan Metro Pasar Swalayan Dr Mansyur ini sangat terbantu bagi kami untuk kebutuhan sehari-hari, karena Swalayan tersebut selain dilengkapi dengan kebutuhan juga harga sangat bersaing/ terjangkau, kata mahasiswi tersebut.

Mahasiswi tersebut juga menambahkan, semoga Metro Pasar Swalayan Dr Mansyur ini terus berkembang dan jaya, karena  Swalayan tersebut terus menyediakan kebutuhan masyarakat terutama bagi kami mahasiswa, katanya.

‘ Semoga pimpinan dan seluruh staf Metro Pasar Swalayan Dr Mansyur sehat – sehat kedepan agar terus dapat menyediakan kebutuhan masyarakat sekitarnya terutama bagi mahasiswa USU,” tambah mahasiswa itu.

 Deris selaku manager Metro Pasar Swalayan Dr Mansyur berharap agar Metro Pasar Swalayan Dr Mansyur ini kedepannya dapat menjadi pasar yang dicintai masyarakat, katanya.

Kegiatan Universary  Metro Pasar Swalayan Dr Mansyur ini didukung oleh Khaliss Skin Care, Herborist Beauty By Nature, Kojie.san, natur- e, Serena,Max Tea, Lemon Tea, Indocafe, Cofgeemix, Tong Tji, Sirup Kurnia, Champion, Rose Brand, Mie Sedap, Top Cofee serta  dimeriahkan group band  untuk menghibur acara  Universary ke 8 tersebut. ( Mabhirink Gutul )

 

 

Rimbunnews.com – Medan – Dalam upaya mempererat hubungan dengan masyarakat, Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Utara hadir dalam kegiatan Minggu Kasih yang berlangsung di Gereja ONKP Resort Medan Jemaat Imannuel NIJ, Jl. Serasi Gg. Pepaya, Dusun X, Desa Medan Krio, Kecamatan Medan Sunggal.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu, 9 Februari 2025 ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi antara Kepolisian dan masyarakat, khususnya jemaat gereja. Dalam kesempatan tersebut, personel Ditlantas Polda Sumut juga turut serta dalam ibadah bersama dan kemudian dilanjutkan dengan makan bersama dengan para pengurus Gereja dan jemaat.

Melalui program Minggu Kasih, Ditlantas Polda Sumut berkomitmen untuk terus hadir dan membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat, guna meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri serta menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi masayrakat. ( Evida )

 

Rimbunnews.com,Jakarta – Anggota Komite I DPD RI, Pdt. Penrad Siagian, menegaskan pentingnya penyelesaian masalah guru swasta secara komprehensif dan berkelanjutan.

Hal ini disampaikan saat audiensi dengan Forum Guru Prioritas Swasta (FGPS) Provinsi Jawa Tengah di Gedung DPD RI, Senin, 10 Februari 2025.

Menurutnya, persoalan guru swasta yang terus berulang dari rezim ke rezim harus segera ditangani secara serius, mulai dari hulu hingga hilir.

“Ini tidak boleh terus berulang. Kita harus serius menangani ini. Jangan hanya hit and run, lapor sana-sini, tapi tidak ada solusi nyata. Ayo kita bangun mekanisme yang jelas untuk menyelesaikan masalah ini,” tegas Penrad Siagian.

Ia menilai, langkah-langkah parsial dan tidak terstruktur selama ini hanya memperpanjang daftar masalah tanpa memberikan solusi konkret.

“Kita gali apa persoalannya sehingga tidak berulang, besok kita panggil lagi Menpan-RB, cakap-cakap, basa-bari, foto-foto selesai! Tapi guru swasta tetap dalam kondisi yang sama. Mereka (guru swasta) tetap saja begini. Kalau begini-begini terus pekerjaan kita di ruangan ini, saya juga bosan dan tentu akan mengurangi tingkat kepercayaan publik pada lembaga ini.,” ujarnya.

Penrad menekankan pentingnya pendataan masalah guru swasta secara menyeluruh, termasuk masalah regulasi yang dinilai merugikan.

“Kita harus data semua persoalan guru, baik swasta maupun negeri. Lalu, kita kaji ulang regulasi yang ada. Banyak peraturan menteri yang kontroversial dan bersifat parsial. Padahal, undang-undang harus berlaku untuk semua, tidak boleh diskriminatif,” jelasnya.

Ia juga mendorong pembentukan kelompok kerja (Pokja) khusus untuk menangani masalah ini.

“Kita perlu skema dan sistem yang jelas agar masalah ini bisa diselesaikan tuntas, tidak berulang terus. Jangan sampai kita hanya bermain gimik, sementara guru-guru swasta tetap menderita,” tambahnya.

Lebih lanjut, Penrad pun mengingatkan bahwa kontribusi sekolah swasta dalam pendidikan nasional sangat besar.

“Tanpa sekolah swasta, tidak ada pendidikan di Republik ini. Jumlah sekolah swasta di Indonesia ini hampir 62% dari total sekolah, dengan jumlah 270anribu lebih. Mereka mendidik mungkin lebih dari 75 persen anak bangsa, karena di banyak daerah remote atau 3T, ada kemungkinan sekolah swasta lebih banyak dari sekolah negeri. Tetapi, yang banyak terjadi termasuk kasus kita hari ini kenapa justru sekolah swasta yang sering didiskriminasi?” tanyanya.

Ia menegaskan, negara harus memberikan apresiasi dan perlindungan yang adil bagi sekolah swasta beserta tenaga-tenaga pendidiknya.

“Mereka sudah berkontribusi besar membangun generasi bangsa, tapi malah mendapat perlakuan tidak adil. Ini harus diluruskan,” tegasnya.

Kemudian, dia juga menyoroti ketakutan guru swasta mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Mereka takut diusir atau dikeluarkan dari sekolah swasta jika lulus PPPK, karena tidak ada jaminan akan ditempatkan kembali di sekolah asal. Ini masalah serius yang harus diatasi,” ujarnya.

Ia menilai, negara harus memastikan guru yang lulus PPPK tetap bisa berkontribusi di sekolah swasta.

“Apa sumbangsih negara ini terhadap dunia pendidikan swasta yang sudah berkontribusi secara mandiri dalam jumlah lebih besar dari pemerintah untuk generasi bangsa ini? Harusnya ditempatkan kembali dia di tempat itu sehingga tidak ada problem dengan sekolah swasta dan dengan yayasannya. Ini kadang kita enggak tahu apa yang jadi persoalan, makanya kita banyak omon-omon juga di sini,” tuturnya.

Penrad juga mengkritik kebijakan yang menyamakan guru K2 dengan fresh graduate.

“Guru honorer yang sudah mengajar 20 tahun sampai 30 tahun sudah mau pensiun dia disamakan dengan guru-guru yang baru masuk yang fresh graduate,” tuturnya

“Mana mungkin imbang mainnya di HP, saya saja tidak mengerti yang masih muda begini apalagi yang sudah berusia 55 sampai 60-an. Maka harus ada kebijakan-kebijakan imperatif terhadap kelompok-kelompok tertentu,” sambungnya dengan tegas.

Ia mengingatkan komitmen pemerintah untuk menyelesaikan masalah guru honorer pada 2025.

“Kita sudah minta skemanya, tapi sampai sekarang belum ada. Ini tanggung jawab kita untuk mengawal dan memastikan skema itu benar-benar dilaksanakan,” ujarnya.

Penrad menegaskan, Komite I DPD RI siap memfasilitasi penyelesaian masalah guru swasta secara nasional.

“Nah teman-teman ayo melalui komite seperti yang saya katakan bentuk sebuah tim, ayo kita datang semua provinsi-provinsi agar semua sekalian kita kerjakan, kita tawarkan skemanya dan kita kawan implementasinya dengan benar,” ucap Penrad.[anta]

 

Rimbunnews.com – Medan – Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Utara resmi menggelar Operasi Keselamatan Toba 2025 selama 14 hari ke depan mulai tanggal 10 Februari 2025 sampai 23 Februari 2025 dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalulintas serta menekan angka kecelakaan dan pelanggaran di jalan raya.

Dirlantas Polda Sumut, Kombes Pol Muji Ediyanto, S.H., S.I.K., M.AP., menegaskan bahwa operasi ini akan menyasar berbagai bentuk pelanggaran yang berpotensi mengganggu keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

“Operasi Keselamatan Toba 2025 ini bukan hanya tentang penegakan hukum, tetapi juga upaya preemtif dan preventif untuk menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas di masyarakat. Kami akan lebih mengedepankan sosialisasi, edukasi, dan teguran persuasif. Namun, untuk pelanggaran yang berpotensi fatal, seperti melawan arus, melebihi batas kecepatan, dan berkendara di bawah pengaruh alkohol, kami akan menindak tegas,” ujar Kombes Pol Muji Ediyanto, Senin (10/2/2025).

Operasi Keselamatan Toba 2025 akan difokuskan pada pengendara yang melanggar aturan lalu lintas, seperti melawan arus, tidak menggunakan helm SNI, menerobos lampu merah, dan menggunakan ponsel saat berkendara. Selain itu, kendaraan yang tidak dilengkapi dokumen sah, penggunaan rotator pada kendaraan pribadi, serta pelanggaran nomor polisi juga menjadi target operasi.

Polisi akan menempatkan personel di jalan tol, jalan arteri, kawasan rawan kecelakaan, pusat perbelanjaan, sekolah, dan kampus untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas serta mencegah potensi gangguan.

Dalam upaya preventif, jajaran kepolisian akan melakukan sosialisasi melalui media cetak, elektronik, dan media sosial, pemasangan spanduk, serta penyuluhan kepada komunitas masyarakat dan pengemudi angkutan umum.

Selain itu, dilakukan pula pengecekan kendaraan angkutan umum, pemeriksaan kesehatan pengemudi, serta pengecekan kadar alkohol dan narkoba secara acak. Polisi juga akan mengoptimalkan sistem tilang elektronik (ETLE) untuk mendeteksi pelanggaran secara otomatis.

“Kami telah menginstruksikan seluruh personel untuk meningkatkan patroli di lokasi rawan kecelakaan dan kemacetan, seperti pasar tumpah dan objek wisata. Langkah ini penting untuk meminimalisir risiko kecelakaan dan memastikan kelancaran arus lalu lintas,” tegas Kombes Pol Muji Ediyanto.

Dirlantas Polda Sumut juga menekankan bahwa pendekatan yang digunakan dalam operasi ini harus persuasif, humanis, dan tegas, tanpa ada tindakan kekerasan atau penyalahgunaan wewenang.

“Tidak ada toleransi bagi anggota yang melakukan pungli atau razia tidak resmi. Setiap pelanggaran oleh anggota sendiri akan ditindak tegas,” tambahnya.

Mengingat potensi cuaca ekstrem seperti hujan deras, banjir, dan tanah longsor, pihak kepolisian juga telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi dini untuk menghindari gangguan arus lalu lintas.

“Kami akan menerapkan rekayasa lalu lintas di lokasi wisata dan titik-titik rawan macet. Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) juga akan diberdayakan untuk menangani permasalahan lalu lintas secara lebih efektif,” jelasnya.

Sebagai bagian dari kesiapan, personel kepolisian juga diwajibkan untuk menjaga performa dan disiplin diri, serta memastikan seluruh peralatan operasional dalam kondisi siap pakai.

Operasi Keselamatan Toba 2025 diharapkan dapat menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih tertib dan aman. Dengan mengedepankan pendekatan preemtif, preventif, dan penegakan hukum yang humanis, operasi ini tidak hanya menindak pelanggaran tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya keselamatan di jalan raya.

“Kami berharap masyarakat dapat mendukung dan mematuhi aturan lalu lintas, karena keselamatan di jalan adalah tanggung jawab kita bersama,” tutup Kombes Pol Muji Ediyanto.  ( Mabhirink Gutul )

 

 

Rimbunnews.com – Samosir – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Samosir menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral dalam rangka Operasi Keselamatan Toba 2025 di Kabupaten Samosir. Rapat yang berlangsung di Aula Pusuk Buhit Mako Polres Samosir ini bertujuan untuk menyelaraskan strategi dan sinergi antarinstansi guna meningkatkan keselamatan serta ketertiban berlalu lintas di wilayah Kabupaten Samosir.

Rapat dipimpin oleh Kapolres Samosir, AKBP Yogie Hardiman, S.H., S.I.K., M.H., dan dihadiri oleh Asisten I Bupati Samosir Drs. Tunggul Sinaga, M.Si., mewakili Bupati Samosir, Danramil Pangururan Kapten A.Z.M. Siregar mewakili Dandim 0210/TU, serta stakeholder terkait, PJU Polres Samosir, dan para pelaksana Operasi Keselamatan Toba 2025.

Kabag Ops Polres Samosir, AKP Tito Juardi, dalam paparannya menjelaskan bahwa Operasi Keselamatan Toba 2025 akan berlangsung selama 14 hari, dari tanggal 10 hingga 23 Februari 2025. Operasi ini bersifat preemtif dan preventif dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap aturan lalu lintas.

“Operasi ini mengedepankan pendekatan persuasif guna meningkatkan simpati masyarakat terhadap kepolisian lalu lintas. Ada 12 jenis pelanggaran utama yang menjadi fokus, antara lain tidak memakai helm, melawan arus, menggunakan handphone saat berkendara, mengemudi dalam pengaruh alkohol, pengendara di bawah umur, boncengan lebih dari satu orang, penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi, menerobos lampu merah, melanggar marka jalan, kendaraan over dimension dan overloading (ODOL), travel gelap, serta penggunaan klakson telolet,” jelas AKP Tito Juardi.

Operasi ini juga melibatkan lima satuan tugas (Satgas), yakni Satgas Deteksi, Satgas Preemtif, Satgas Preventif, Satgas Gakkum (Penegakan Hukum), dan Satgas Banops (Bantuan Operasi).

Kapolres Samosir, AKBP Yogie Hardiman, menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektoral dalam pelaksanaan operasi ini. “Operasi ini harus mampu meminimalisir pelanggaran lalu lintas, terutama mengingat Kabupaten Samosir sebagai daerah wisata yang mengalami peningkatan mobilitas saat hari libur. Kami juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap pengendara di bawah umur serta kendaraan ODOL yang masih banyak ditemukan di wilayah Samosir,” ujar AKBP Yogie Hardiman.

Wakapolres Samosir, Kompol ST Panggabean, menekankan peran edukasi dalam operasi ini. “Saya harapkan Sat Binmas dapat melakukan sosialisasi langsung ke sekolah-sekolah untuk menanamkan kesadaran berlalu lintas sejak dini,” katanya.

Sementara itu, Asisten I Pemkab Samosir, Drs. Tunggul Sinaga, mengapresiasi upaya kepolisian dan menegaskan bahwa Pemkab Samosir turut bertanggung jawab dalam menertibkan lalu lintas. “Untuk mengatasi masalah pengendara di bawah umur, Pemkab Samosir telah menyediakan bus sekolah sebagai alternatif transportasi bagi pelajar. Kami juga akan mengeluarkan surat edaran kepada orang tua agar tidak membiarkan anak-anak mereka mengendarai kendaraan bermotor sebelum cukup umur,” ungkapnya.

Danramil Pangururan, Kapten A.Z.M. Siregar, menambahkan bahwa pendekatan humanis perlu dikedepankan dalam pelaksanaan operasi ini. “Polisi bekerja bersinergi dengan TNI, Dinas Perhubungan, dan Pemkab Samosir agar operasi ini berjalan dengan efektif,” ujarnya.

Rapat koordinasi yang berlangsung selama satu jam ini ditutup dengan pernyataan dari Kasi Humas Polres Samosir, Bripka Vandu P. Marpaung, yang menegaskan bahwa sinergi antarinstansi menjadi kunci keberhasilan Operasi Keselamatan Toba 2025.
“Kehadiran Forkopimda dalam rapat ini menunjukkan kesiapan seluruh instansi terkait untuk mendukung pelaksanaan operasi. Semua pihak berkomitmen untuk menciptakan lalu lintas yang lebih tertib dan aman di Kabupaten Samosir,” pungkasnya. ( Mabhirink Gutul )

 

Rimbunnews.com – Karo – Personel Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tanah Karo berhasil menangkap dua tersangka pengedar narkotika jenis sabu di Desa Perbesi, Kecamatan Tigabinanga, Kabupaten Karo. Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa 8,56 gram sabu beserta sejumlah barang lain yang terkait dengan kejahatan tersebut.

Kapolres Tanah Karo, AKBP Eko Yulianto, S.H., S.I.K., M.M., M.Tr.Opsla, menyampaikan bahwa penangkapan ini dilakukan pada Selasa(4/02/2025), sekitar pukul 20.00 WIB.

“Personel Satresnarkoba melakukan penangkapan terhadap dua pria yang diketahui berinisial HDS (34), warga Desa Negeri Jahe, Kecamatan Kutabuluh, dan MMSM (51), warga Desa Perbesi, Kecamatan Tigabinanga,” ujar Kapolres.

Polisi melakukan penggerebekan di pinggir jalan Desa Perbesi setelah mendapatkan informasi dari masyarakat terkait aktivitas mencurigakan kedua tersangka. Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan 1 bungkus rokok Sampoerna yang berisi 2 paket plastik bening berisi sabu dengan berat bruto 8,56 gram. Barang haram tersebut ditemukan di atas tanah setelah dijatuhkan tersangka HDS.

Selain sabu, petugas juga menyita 1 unit ponsel Android Vivo warna biru muda milik MMSM, serta 1 unit mobil Toyota Kijang Kapsul warna biru yang digunakan oleh para tersangka.

Dua tersangka dan barang bukti langsung dibawa ke Mapolres Tanah Karo untuk proses penyelidikan lebih lanjut. “Keduanya dijerat dengan Pasal 112 ayat (2) dan Pasal 114 ayat (2) UU Narkotika, dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara,” jelas AKBP Eko Yulianto.

Saat ini, penyidik masih melakukan pengembangan kasus guna mengungkap jaringan peredaran narkotika yang lebih luas. “Kami akan terus menindak tegas peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Tanah Karo demi menciptakan lingkungan yang bersih dari narkotika,” tegas Kapolres. ( Mabhirink Gutul )

 

 

 

 

 

Rimbunnews.com.- Samosir – Sebanyak 63 personel Polres Samosir diterjunkan dalam Operasi Keselamatan Toba 2025 yang akan berlangsung selama 14 hari, mulai tanggal 10 hingga 23 Februari 2025. Operasi ini bertujuan untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas serta menekan angka kecelakaan dan pelanggaran di wilayah Kabupaten Samosir.

Kapolres Samosir, AKBP Yogie Hardiman, S.H., S.I.K., M.H., memimpin langsung Apel Gelar Pasukan di Lapangan Mako Polres Samosir pada Senin pagi. Apel tersebut juga dihadiri oleh Asisten I Setdakab Samosir Drs. Tunggul Sinaga, M.Si, Pabung Kodim 0210/TU Mayor G. Sebayang, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir dr. Dina Hutapea, serta perwakilan dari Satpol PP, BPBD, dan instansi terkait lainnya.

Dalam amanatnya, Kapolres Samosir membacakan pesan dari Kapolri yang menegaskan bahwa keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas adalah hak seluruh masyarakat. Namun, masih banyak ditemukan pelanggaran yang berujung pada kecelakaan lalu lintas akibat kelalaian pengguna jalan.

“Operasi Keselamatan Toba 2025 mengusung tema ‘Tertib Berlalu Lintas guna Terwujudnya Asta Cita di Wilayah Hukum Polda Sumatera Utara’. Operasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas sehingga angka kecelakaan dapat ditekan,” ujar Kapolres Samosir.

Sebanyak 1.983 personel dikerahkan dalam operasi ini, terdiri dari 100 personel Satgas Polda Sumut dan 1.883 personel Satgas Kewilayahan. Fokus utama operasi ini adalah pengguna jalan, kendaraan umum dan pribadi, serta titik-titik rawan kecelakaan dan kemacetan.

Kapolres Samosir menekankan pentingnya pemetaan lokasi rawan kecelakaan dan kemacetan, serta pendekatan persuasif dan edukatif kepada masyarakat melalui berbagai media. Personel yang terlibat diinstruksikan untuk menerapkan prinsip 3S (Senyum, Sapa, Salam) dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Operasi ini akan menindak berbagai pelanggaran lalu lintas, termasuk Menerobos lampu merah, Melawan arus, Mengemudi di bawah pengaruh alkohol atau narkoba, Menggunakan handphone saat berkendara, Tidak memakai helm SNI, Kendaraan tidak sesuai spesifikasi teknis, termasuk penggunaan knalpot brong, Tidak menggunakan sabuk keselamatan, Melebihi batas kecepatan, Berkendara di bawah umur, TNKB tidak sesuai ketentuan, Penggunaan rotator yang tidak sesuai peruntukannya.

“Polres Samosir telah menyiapkan 63 personel yang terbagi dalam berbagai tugas, mulai dari deteksi dini, penyuluhan, hingga penegakan hukum. Kegiatan ini diawasi oleh Provos dan dikendalikan oleh Posko Operasi yang berada di Mako Polres Samosir,” tambah AKBP Yogie Hardiman.

Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai bentuk sinergi antarinstansi yang terlibat dalam Operasi Keselamatan Toba 2025. Diharapkan, dengan adanya operasi ini, kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat dan angka kecelakaan dapat diminimalisir. ( Mabhirink Gutul)

 

 

Rimbunnews.com – Pancurbatu – Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Gidion AS, S.H., S.I.K., bersama Pejabat Utama (PJU) Polrestabes Medan, melakukan inspeksi mendadak ke rumah tahanan polisi (RTP) Polsek Pancurbatu pada Sabtu (08/02/2025) malam.

Dalam kunjungannya, Kombes Pol Gidion AS mengecek langsung kondisi ruang tahanan, memastikan kelayakan sarana dan prasarana, serta meninjau keamanan di RTP Polsek Pancurbatu. Ia juga menyempatkan diri berbincang dengan beberapa tahanan guna mengetahui kondisi mereka selama berada di dalam tahanan.

“Pengecekan ini bertujuan untuk memastikan bahwa ruang tahanan dalam kondisi layak dan sesuai dengan standar yang ditetapkan,” ujar Kombes Pol Gidion AS.

Ia juga mengingatkan petugas jaga agar menjalankan tugas dengan pendekatan yang humanis, tetap mengawasi para tahanan dengan ketat, serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan, seperti upaya pelarian atau insiden lain yang tidak diinginkan.

“Kami menegaskan agar pengawasan dilakukan dengan penuh tanggung jawab, mengutamakan aspek keamanan tanpa mengabaikan hak-hak para tahanan,” tambahnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polrestabes Medan dalam meningkatkan pengawasan terhadap rumah tahanan di jajaran polsek guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan serta menjamin keamanan dan ketertiban di lingkungan kepolisian. (Mabhirink Gutul)

 

Rimbunnews.com – Karo – Polres Tanah Karo menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Toba 2025 pada Senin (10/2/2025) pukul 08.30 WIB di Lapangan Apel Mapolres Tanah Karo. Operasi ini bertujuan menciptakan ketertiban berlalu lintas guna mewujudkan Asta Cita di wilayah Kabupaten Karo.

Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Tanah Karo AKBP Eko Yulianto, S.H, S.I.K, M.M, M.Tr.Opsla, serta dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda, di antaranya Perwakilan DPRD Karo, Jujuren Sinulingga, Danyon 125 Simbisa, Letkol Inf Haris Nur Priatno, S.Sos, Kasubdenpom Kabanjahe, Kapten CPM Susanto Juliandi, Perwakilan Kejaksaan Negeri Karo, Kasatpol PP Kabupaten Karo, Gelora Fajar Purba, S.H., M.H, PJU Polres Tanah Karo, Kapolsek Jajaran Polres Tanah Karo dan Perwakilan Jasa Raharja Kabupaten Karo, Bambang Kristianto

Selain itu, apel juga diikuti oleh personel Polisi Militer (PM), Kodim 0205/TK, Batalyon 125 Simbisa, serta personel dari Pemerintah Daerah Kabupaten Karo, termasuk Dinas Perhubungan dan Satpol PP.

Kapolres Tanah Karo AKBP Eko Yulianto, S.H, S.I.K, M.M, M.Tr.Opsla, dalam amanatnya menyampaikan bahwa Operasi Keselamatan Toba 2025 akan berlangsung selama 14 hari ke depan, dimulai dari hari ini. Operasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas guna menekan angka kecelakaan serta pelanggaran di jalan raya.

“Melalui Operasi Keselamatan Toba 2025 ini, kami berharap masyarakat semakin disiplin dalam berlalu lintas, sehingga keselamatan di jalan raya dapat terwujud. Kami juga mengimbau agar pengguna jalan mematuhi peraturan lalu lintas demi keamanan bersama,” ujar Kapolres.

Dengan digelarnya operasi ini, Polres Tanah Karo berkomitmen untuk terus melakukan sosialisasi, edukasi serta tindakan penegakan hukum secara humanis guna menciptakan lalu lintas yang tertib dan aman di Kabupaten Karo. ( Mabhirink Gutul )

 

 

Rimbunnews.com –  Sergai – AKBP Jhon Sitepu, S.I.K., M.H., memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Toba 2025 yang berlangsung di Lapangan Apel Mako Polres Sergai, Senin, 10 Februari 2025, pukul 08.00 WIB.

Apel ini dihadiri oleh berbagai pejabat daerah, unsur TNI-Polri, serta tokoh masyarakat dan agama. Operasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran berlalu lintas guna menekan angka kecelakaan di wilayah hukum Polda Sumatera Utara.

Dalam amanatnya, AKBP Jhon Sitepu, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Toba 2025 akan berlangsung selama 14 hari, mulai 10 Februari hingga 23 Februari 2025. Operasi ini melibatkan 1.983 personel, yang terdiri dari 100 personel Satgas Polda Sumut dan 1.883 personel Satgas Kewilayahan.

Target Operasi: Masyarakat pengguna jalan raya, Kendaraan angkutan umum dan pribadi,vTitik rawan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.

Indikator Keberhasilan: Meningkatnya disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, Menurunnya angka kecelakaan lalu lintas,vBerkurangnya fatalitas korban kecelakaan.

Kapolres Sergai menekankan pentingnya deteksi dini terhadap lokasi rawan kecelakaan, serta pendekatan persuasif dan edukatif untuk membangun kesadaran masyarakat. Ia juga menginstruksikan seluruh personel untuk menjaga sikap profesionalisme, menerapkan prinsip 3S (Senyum, Sapa, Salam), serta menghindari segala bentuk penyalahgunaan wewenang selama operasi berlangsung.

Pejabat dan Tokoh yang Hadir:

Sekda Kab. Sergai, Fajar Simbolon (mewakili Bupati Sergai),Danramil (mewakili Dandim 0204/DS),Kajari Sergai, Kadis Perhubungan, Kadis Kesehatan, serta tokoh masyarakat dan agama.

Apel ini diakhiri dengan laporan komandan apel, penghormatan pasukan, serta doa bersama, dengan harapan Operasi Keselamatan Toba 2025 berjalan sukses dan memberikan manfaat besar bagi keselamatan masyarakat di Sumatera Utara. ( Mabhirink Gutul )